Sabtu, 24 November 2012

Tifosi Lazio: Free Palestine!!

Dukungan terhadap perjuangan Palestina terus mengalir dari lapangan sepak bola Eropa.

Setelah pada Selasa lalu tifosi Juventus membentangkan puluhan bendera Palestina, kini giliran tifosi Lazio yang melakukan hal serupa di laga Liga Eropa.

Saat menjamu Tottenham Hotspur, para Laziale membentangkan sejumlah poster berisi pesan dukungan pada rakyat Gaza. Bahkan di tribun utara, lokasi Ultras Lazio, ratusan pendukung membentangkan poster bertuliskan "Free Palestina".

Tidak hanya itu, yel-yel dukungan terus didengkan sepanjang 90 menit laga kontra Tottenham. "Viva Palestina..Viva Palestina..." begitu yel-yel yang menggema di Stadion Olimpico, Jumat (23/11) dini hari.

Tidak hanya mendukung Palestina, tifosi Lazio juga menumpahkan rasa kegeramannya pada Israel. Mereka pun menjadikan pemain Tottenham Hotspur sebagai sasaran kegeraman.

Pasalnya klub Tottenham Hotspur dikenal merupakan klub representasi masyarakat Yahudi di Inggris yang mendukung Israel.

Sumber: http://m.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-dunia/12/11/23/mdxhm7-tifosi-lazio-free-palestina



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kamis, 22 November 2012

Surat Seorang Ibu Di Palestina

Sepekan sudah Israel membom-bardir Gaza dari darat, laut dan udara. Korban jiwa dan luka terus berjatuhan, terutama anak-anak dan kaum wanita.

Menyaksikan dan merasakan kekejaman Zionis-Israel dalam meluluh-lantakkan kampung halamannya, seorang ibu di Jalur Gaza mengungkapkan kepedihan lewat surat yang ia kirimkan kepada ROL.

Berikut bunyinya:

Assalamu'alaikum wr. wb.

Aku yakin banyak orang yang akan mendengarkan kata-kataku ini. Dan juga yakin, sebagian besar dari Anda peduli tentang kami, atau mau peduli tentang penderitaan kami.

Untuk itulah Anda membaca surat ini. Aku ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas perhatian Anda.

Kami menyambut hari dengan memastikan bahwa kami memiliki cukup cadangan air untuk diminum. Namun, listrik padam, sehingga kami tidak bisa memompa air.

Aku juga harus memastikan ketersediaan stok makanan untuk anak-anak karena sulitnya mencari kebutuhan pokok. Sebab, tentara Zionis telah membunuh penjual makanan yang biasa datang ke tempat kami. Israel juga telah membunuh tukang air keliling yang tiap pagi lewat di kampung.

Aku juga takkan membiarkan suami pergi mencari air atau makanan. Karena kuyakin, bila suamiku nekat pergi ke pasar, dia tak bakal kembali lagi. Sebab, jika drone (pesawat mata-mata Israel) melihatnya membawa kantong makanan, ia dijadikan sasaran tembak.

Drone Israel akan menganggap suamiku—yang menggotong karung di pundaknya—sebagai ancaman. Padahal, dia mungkin hanya membawa kentang atau tomat. Dan aku pun bakal hidup sendiri tanpa suami dan kekasih hati.

Di malam hari, aku mengajak anak-anak tidur bersama dalam satu ruangan. Aku berkisah kepada mereka tentang kekejaman perang dan menjawab setiap pertanyaan mereka tentang serangan brutal Israel.

Ketika anak-anak telah tidur pulas, kupandang wajah-wajah mereka yang polos di balik kegelapan. Maaf jika lancang... aku seolah-olah melihat calon-calon korban pembantaian di wajah anak-anakku.

Aku teringat wajah bocah-bocah yang jadi korban pembunuhan serdadu Zionis, dan membayangkan tubuh anak-anakku bersimbah darah atau hancur di bawah puing-puing.

Aku menangis, tersedu, terisak...  dan berdoa kepada Allah agar menjaga keselamatan anak-anakku. Atau jika memang Allah mau mengambil nyawa mereka, hendaknya Dia memberikan kematian yang indah agar mereka tak merasakan perihnya sakaratul maut.

Aku juga selalu membawa KTP kemana-mana, setiap saat. Dengan demikian, jika aku mati nanti, mereka akan tahu ada lagi seorang Palestina yang telah mengorbankan darahnya demi tanah air. Di lain pihak, entah mengapa, aku yakin setiap tetes darahku telah menjadi incaran Zionis.

Yang kuharapkan dari orang-orang yang mendengarkan kata-kataku ini... untuk bersikap seolah-olah mereka berada di posisi kami. Merasakan sakitnya perang, mendengarkan dentum roket dan bom di atas kepala, menanti kematian yang datang menghampiri detik demi detik.

Walau demikian, aku yakin mimpiku menjadi nyata, suatu saat nanti. Aku hanya berharap darimu, dari Anda semua, bantulah kami mewujudkan impian itu. Bangkitlah bersama-sama, hadapi pemerintah Anda, pemerintahan yang bisu tanpa suara. Katakan kepada mereka, "Sebagai manusia kami juga punya hak untuk hidup, melawan, dan menang. Kami akan menang, suatu hari nanti!"

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jalur Gaza, Palestina
Rabu, 21 November 2012

Sumber: http://m.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/12/11/22/mdve5x-surat-seorang-ibu-di-palestina


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Rabu, 14 November 2012

4 Kebodohan Saat Jatuh Cinta

Jatuh cinta mang membuat perasaan seseorang berbunga-bunga. Namun, terlalu cepat jatuh cinta juga sering membuat seseorang melakukan hal-hal yang bodoh. Agar tidak melakukan hal-hal bodoh tersebut, mulailah untuk melakukan beberapa perubahan yang sederhana. Bila Anda memiliki tujuan yang positif dan berhenti melakukan hal-hal yang negatif, kehidupan percintaan Anda akan menguntungkan.


Berikut ini empat kebodohan yang harus segera dihentikan plus saran bagaimana melakukannya sehingga Anda bisa menemukan romantisme yang diinginkan.

Kebodohan 1 :

Percaya pada cinta yang menggebu-gebu pada pandangan pertama. Rasa tertarik yang begitu kuat pada pertemuan pertama memang menyenangkan, tetapi cinta berkembang sesuai dengan berjalannya waktu, dan bukan melalui pandangan sekilas atau 1-2 kali makan malam. Bila pada pertemuan pertama Anda sudah memiliki sedikit perasaan tertarik, tidak ada salahnya melakukan pertemuan berikutnya.

Ingat, Anda tidak dapat menilai seseorang bila baru pertama kali bertemu dan berkenalan karena biasanya seseorang masih canggung pada kencan pertama. Cinta pada pandangan pertama hanya ada di dalam mitos. Oleh sebab itu, penting untuk mengenal dan memberikan kesempatan kepada beberapa orang. Bersikap terbuka dapat merupakan langkah penting untuk menemukan pasangan yang tepat.

Kebodohan 2 :

Jatuh cinta pada seseorang yang sudah terikat. Tidak dapat disalahkan bila Anda jatuh cinta dengan seseorang yang simpatik, punya daya tarik kuat, pintar berbicara, dan kharismatik. Tapi percayalah. Anda akan menderita bila berkencan dengan seseorang yang tidak seratus persen terikat dengan diri Anda dan tidak pernah ada pada saat Anda membutuhkannya.

Tidak peduli bila Anda mengatakan bahwa Anda tidak memerlukan seseorang yang harus seratus persen siap untuk Anda. Pada kenyataannya, Anda tetap akan merasa sedih. Sebaiknya perluas pergaulan, ikut kelompok diskusi, atau kursus suatu bidang yang diminati. Buka diri untuk berkenalan dengan orang-orang baru. Anda berhak untuk dicintai, dikasihi, dan dipedulikan.

Kebodohan 3 :

Tidak mengatakan kepada orang-orang terdekat bahwa Anda memang sedang mencari seorang kekasih. Bila bosan dan lelah dengan kesendirian Anda, katakan kepada orang-orang terdekat bahwa Anda ingin memiliki seseorang yang lebih dari sekadar teman. Tidak perlu malu.

Bila Anda tertutup, belum tentu orang-orang terdekat mengerti keinginan Anda. Bisa saja mereka berpikir, Anda memang menikmati kesendirian Anda. Dengan mengatakan keinginan kepada orang-orang terdekat, tanpa disadari, Anda akan sibuk menerima undangan dari orang-orang terdekat untuk menghadiri acara makan malam ataupun untuk menghadiri acara-acara kegiatan sosial.

Kebodohan 4 :

Mengabaikan bahaya yang sudah jelas-jelas kelihatan. Pernahkan Anda mengatakan "Dia hebat walaupun peminum berat," atau "Dia sangat menarik, kelihatannya cocok untuk saya, tapi dia playboy." Bila jatuh cinta memang mudah untuk mengabaikan masalah-masalah dasar yang dapat mengancam hubungan masa depan yang serius. Setiap kali berkencan dengannya, Anda selalu mengabaikan masalah yang ada.

Jika ada hal-hal prinsip yang Anda rasakan, bicarakan dengannya. Ajukan pertanyaan-pertanyaan. Pertimbangkan apakah alasan yang diberikannya dapat Anda terima, masuk akal, dan tidak akan menjadi masalah untuk hubungan jangka panjang yang serius. Tetapi bila dia tidak tertarik untuk terikat dengan suatu hubungan jangka panjang yang serius, tinggalkan dia.

Mungkin Anda tetap bisa bersahabat, tetapi jangan buang waktu untuk seseorang seperti dia. Buka hati untuk orang lain, siapa tahu tanpa Anda sadari, ada teman dari sahabat ataupun teman lama yang ternyata tertarik dan menyukai Anda. Bila Anda jatuh cinta, utamakan prioritas Anda dan tetap berpegang pada prinsip yang telah ditentukan agar Anda tidak kecewa.

sumber:http://www.duniaq-duniamu.com/2011/11/4-kebodohan-saat-jatuh-cinta.html


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT